

Di sudut kampung Kalangsari, Ds. Hegarwangi, Kec. Bantarkalong, Kab. Tasikmalaya, berdirilah sebuah bangunan sederhana. Dulu, tempat ini adalah sebuah warung kecil milik Pak Herman. Dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan keluarga, Pak Herman dan istri mencoba membuka usaha—walau hanya bertahan satu tahun saja.

Pembeli sedikit, modal habis, dan di pinggir rumahnya sudah berdiri warung serupa yang jauh lebih lengkap. Pak Herman tak ingin memaksakan diri, apalagi usahanya justru membuat beban keluarga semakin berat. Karena belum memiliki rumah sendiri, beliau akhirnya memutuskan untuk menjadikan bekas warung itu sebagai tempat tinggal mereka sampai hari ini.
Di ruang sempit itulah Pak Herman tinggal bersama istrinya dan tiga putrinya. Bertahun-tahun mereka berusaha bertahan, namun karena keterbatasan biaya, bangunan ini belum pernah direnovasi sepenuhnya. Dinding-dinding dari bilik dan papan sudah mulai lapuk. Tiang-tiang penyangga pun mulai rapuh, nyaris tak mampu lagi menahan berat rumah. Setiap kali hujan dan angin besar datang, keluarga ini hanya bisa berdoa agar rumah itu tetap berdiri.




Pak Herman bekerja sebagai buruh kuli bangunan panggilan — artinya jika ada panggilan, baru ada penghasilan. Jika tidak, ia hanya bisa pasrah. Sementara istrinya seorang ibu rumah tangga yang menjaga anak-anak di rumah.
Di tengah kondisi seperti ini, Pak Herman tetap berusaha kuat. Ia tak pernah meminta-minta, ia hanya berharap suatu hari rumah kecil ini bisa lebih layak untuk dihuni keluarga, terutama ketiga putrinya yang sedang tumbuh besar.
Sobat Peduli, Mari bersama kita hadirkan harapan baru untuk keluarga Pak Herman.
Rumah yang lebih aman, kokoh, dan layak huni akan menjadi hadiah terbesar bagi mereka.
Klik tombol donasi sekarang dan ulurkan bantuan terbaik Anda:
💙 “Bantu Renovasi Rumah Pak Herman”
Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka.
![]()
Belum ada Fundraiser